Semua pengunjung diperlakukan sama
Pembaca artikel, pelamar kerja, dan calon klien yang membuka halaman harga masuk ke satu audiens. Anggaran habis untuk orang yang tidak akan membeli.
Retargeting B2B
SAB merancang dan mengelola iklan retargeting di Google Ads, Meta, dan LinkedIn untuk perusahaan B2B dan pembelian yang butuh pertimbangan panjang. Kami membagi audiens berdasarkan perilaku, menyesuaikan pesan per tahap, dan menjaga frekuensi tetap wajar.
Paling cocok untuk perusahaan B2B dengan siklus penjualan panjang yang sudah punya traffic website dan ingin calon klien kembali saat siap.

Retargeting mudah dinyalakan. Yang sulit adalah membuatnya relevan, sopan, dan benar-benar berkontribusi pada penjualan.
Pembaca artikel, pelamar kerja, dan calon klien yang membuka halaman harga masuk ke satu audiens. Anggaran habis untuk orang yang tidak akan membeli.
Calon klien melihat iklan yang identik berkali-kali selama berminggu-minggu. Alih-alih mengingatkan, iklan itu justru menimbulkan kesan mengganggu.
Orang yang baru sekali membaca blog langsung diminta 'hubungi sales'. Orang yang sudah mengisi form masih melihat iklan perkenalan. Pesan dan tahap tidak nyambung.
Setiap platform mengklaim konversi yang sama, termasuk dari orang yang hanya melihat iklan. Angkanya tampak bagus, tetapi tidak cocok dengan data tim sales.

Kami memetakan perilaku pengunjung website ke tahap keputusan: baru mengenal, sedang membandingkan, dan hampir menghubungi. Setiap tahap mendapat pesan dan materi yang berbeda, misalnya panduan, studi kasus, atau ajakan konsultasi.
Kami juga menentukan siapa yang tidak perlu melihat iklan, seperti klien aktif, karyawan, dan orang yang baru saja menghubungi Anda. Ukuran keberhasilan disepakati sebelum mulai, lalu ditinjau bersama masukan tim sales Anda.
Cakupan akhir disesuaikan dengan platform dan kondisi data Anda, lalu ditulis di proposal. Umumnya meliputi enam area ini.
Kami memeriksa tag Google, Meta Pixel dan Conversions API, serta LinkedIn Insight Tag. Retargeting hanya sebaik data yang dikumpulkan dari website Anda.
Audiens dibuat berdasarkan halaman yang dikunjungi, kedalaman kunjungan, video yang ditonton, dan interaksi dengan form. Setiap segmen punya tujuan yang jelas.
Rencana materi untuk tiap tahap keputusan: konten edukasi, bukti dan studi kasus, lalu ajakan konsultasi. Kreatif dirotasi agar tidak cepat jenuh.
Durasi keanggotaan audiens disesuaikan dengan siklus penjualan. Klien aktif, karyawan, pelamar kerja, dan orang yang baru konversi dikeluarkan dari audiens.
Jika memakai daftar email pelanggan atau prospek, kami memeriksa dasar persetujuannya dan kebijakan platform. Pengaturan cookie dan pemberitahuan privasi di website juga ditinjau.
Konversi dipisahkan antara klik dan tayangan, lalu dicocokkan dengan data CRM atau masukan sales. Laporan menjelaskan segmen mana yang bekerja dan apa yang diubah berikutnya.
Prosesnya mengikuti alur kerja SAB: discovery, strategi, eksekusi, dan optimasi berkelanjutan.
Kami memahami siklus penjualan Anda, platform yang sudah dipakai, dan siapa calon klien ideal. Jadwalkan lewat schedule.sab.id.
Kami memeriksa tag, ukuran audiens yang tersedia, dan kampanye retargeting yang sudah berjalan. Masalah tracking diperbaiki lebih dulu.
Kami menyusun segmen, pengecualian, durasi, dan materi untuk tiap tahap. Ukuran keberhasilan disepakati sebelum kampanye aktif.
Kampanye diaktifkan di platform yang disepakati dengan anggaran dan frekuensi yang terkendali. Anda menerima update setiap satu sampai dua minggu.
Kami meninjau hasil per segmen bersama masukan tim sales. Segmen yang lemah dihentikan, pesan yang jenuh diganti.
Setiap pilihan bisa tepat untuk kondisi tertentu. Tabel ini membantu Anda menimbang.
| Satu audiens semua pengunjung | Dikelola sendiri per platform | Retargeting bersama SAB | |
|---|---|---|---|
| Segmentasi | Semua pengunjung digabung | Tergantung waktu dan keahlian tim | Berdasarkan perilaku dan tahap keputusan |
| Pesan | Satu iklan untuk semua | Sering sama di semua platform | Berbeda per tahap, kreatif dirotasi |
| Pengecualian | Jarang diatur | Kadang diatur | Klien, karyawan, pelamar, dan yang sudah konversi |
| Privasi dan daftar kontak | Jarang ditinjau | Tergantung pemahaman tim | Dasar persetujuan dan kebijakan platform diperiksa |
| Pengukuran | Laporan platform apa adanya | Laporan per platform | Dipisah klik dan tayangan, dicocokkan dengan data sales |
| Biaya pengelolaan | Paling rendah | Waktu tim internal | Sesuai cakupan yang disepakati |
Untuk bisnis dengan traffic kecil dan satu produk sederhana, satu audiens pengunjung bisa sudah cukup. Tim internal yang paham platform juga bisa menjalankan pendekatan yang sama.

Enam prinsip ini bisa Anda terapkan sendiri di Google Ads, Meta, maupun LinkedIn.
Pisahkan pengunjung halaman layanan, harga, dan kontak dari pembaca blog. Kelompok pertama menunjukkan niat yang lebih kuat dan layak mendapat pesan yang lebih langsung. Pembaca blog lebih cocok diberi konten lanjutan.
Jika keputusan pembelian biasanya memakan beberapa bulan, audiens tujuh hari terlalu pendek. Sebaliknya, terlalu lama membuat Anda menjangkau orang yang sudah tidak relevan. Perhatikan batas tiap platform, misalnya audiens kunjungan website di Meta maksimal 180 hari.
Keluarkan klien aktif, karyawan, dan pengunjung halaman karier dari audiens penjualan. Keluarkan juga orang yang baru mengisi form, setidaknya untuk sementara. Ini menghemat anggaran dan mencegah kesan mengganggu.
Pengunjung awal diberi panduan atau artikel yang menjawab masalahnya. Pengunjung yang sedang membandingkan diberi studi kasus, perbandingan, atau penjelasan proses. Yang hampir menghubungi diberi ajakan konsultasi yang jelas dan mudah.
Setiap platform punya ukuran audiens minimum sebelum iklan bisa tayang, dan audiens B2B sering kecil. Jika audiens terlalu kecil, gabungkan beberapa halaman sejenis atau perpanjang durasinya. Pantau frekuensi dan ganti kreatif sebelum orang bosan melihatnya.
Pisahkan konversi dari klik dan konversi dari tayangan saja, karena yang kedua sering terlalu murah hati. Ingat bahwa beberapa platform bisa mengklaim konversi yang sama. Cocokkan dengan sumber prospek di CRM atau pertanyaan 'dari mana Anda mengenal kami' saat sales menghubungi.
Retargeting bekerja paling baik jika ada pengunjung yang bisa diajak kembali. Berikut gambaran jujurnya.
Kami tidak memakai paket tetap. Biaya pengelolaan disusun dari empat faktor ini.
Google Ads, Meta, LinkedIn, atau kombinasinya. Setiap platform punya pengaturan audiens dan pelaporan sendiri.
Semakin banyak tahap dan segmen, semakin banyak materi iklan yang perlu disiapkan dan dirotasi.
Jika tag, Conversions API, atau konversi belum benar, perbaikannya perlu dikerjakan lebih dulu.
Penggunaan daftar kontak, pencocokan dengan CRM, dan format laporan yang dibutuhkan manajemen.
Biaya media dibayar terpisah ke platform iklan. Rincian cakupan, pajak, dan ketentuan pembayaran ditulis di proposal setelah discovery call.
Kutipan dari ulasan klien yang ditampilkan di sab.id.
SAB helped us not only for our brand awareness but also the sales conversion. Budget management is transparent, and they hit the agreed KPI. That's what I'm always looking for from an agency.
Ariandes VeddytarroPT Servier Indonesia
Dalam praktik, keduanya sering dipakai bergantian. Retargeting biasanya berarti iklan untuk orang yang pernah berinteraksi dengan website atau konten Anda. Remarketing kadang dipakai lebih luas, termasuk email. Google Ads memakai istilah remarketing untuk fitur iklannya.
Tergantung di mana calon klien Anda menghabiskan waktu. LinkedIn memungkinkan penyaringan berdasarkan data profesional, Google menjangkau banyak situs dan YouTube, dan Meta menjangkau audiens yang luas. Kami biasanya mulai dari satu atau dua platform, lalu menambah jika datanya mendukung.
Mungkin belum. Setiap platform punya ukuran audiens minimum sebelum iklan bisa tayang. Jika traffic masih kecil, biasanya lebih baik memperkuat sumber traffic dulu, misalnya SEO atau iklan pencarian, lalu menambahkan retargeting.
Retargeting harus dijalankan sesuai kebijakan platform dan aturan yang berlaku, termasuk UU Pelindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022). Website perlu menjelaskan penggunaan cookie dan data. Kategori sensitif seperti kesehatan dibatasi oleh kebijakan iklan platform, dan kami mengikuti batasan itu.
Bisa, selama data dikumpulkan dengan dasar persetujuan yang jelas dan memenuhi kebijakan platform. Daftar ini juga berguna sebagai pengecualian, agar klien yang sudah ada tidak melihat iklan akuisisi.
Sesuaikan dengan lama siklus penjualan Anda dan batas tiap platform. Kami biasanya membuat beberapa jendela waktu, misalnya pengunjung baru dan pengunjung lama, dengan pesan yang berbeda.
Tidak. Hasil bergantung pada ukuran audiens, penawaran, kompetisi, dan proses sales Anda. Yang kami sepakati adalah cakupan pekerjaan dan ukuran keberhasilan. Komitmen kinerja apa pun hanya berlaku jika tertulis di perjanjian yang ditandatangani.
Ya. Akun iklan, pixel, dan audiens sebaiknya berada di bawah akun bisnis perusahaan Anda. SAB diberi akses sebagai pengelola, sehingga data tetap milik Anda jika kerja sama berakhir.
Kirimkan alamat website, platform iklan yang sudah dipakai, perkiraan lama siklus penjualan, dan materi pendukung yang Anda punya. Kami akan menyiapkan pertanyaan untuk discovery call 30 menit.
Setiap halaman membahas kebutuhan yang berbeda. Pilih yang paling dekat dengan tantangan Anda saat ini.