Retargeting B2B

Retargeting yang mengikuti tahap keputusan calon klien, bukan sekadar mengejar mereka

SAB merancang dan mengelola iklan retargeting di Google Ads, Meta, dan LinkedIn untuk perusahaan B2B dan pembelian yang butuh pertimbangan panjang. Kami membagi audiens berdasarkan perilaku, menyesuaikan pesan per tahap, dan menjaga frekuensi tetap wajar.

Berdiri sejak 2017Berbasis di JakartaLingkup jelas lewat proposal

Paling cocok untuk perusahaan B2B dengan siklus penjualan panjang yang sudah punya traffic website dan ingin calon klien kembali saat siap.

Ilustrasi jalur calon klien B2B dari kunjungan website ke beberapa titik pengingat iklan hingga meeting dengan tim sales
Ilustrasi konsep: pesan yang mengikuti tahap keputusan
Beberapa proyek klien SAB
Pertamina Energy TerminalKlinik Pela 9PracticumSwiss Education GroupIPMI International Business SchoolIDeA IndonesiaPertamina Energy TerminalKlinik Pela 9PracticumSwiss Education GroupIPMI International Business SchoolIDeA Indonesia
Lihat studi kasus →
Masalah yang sering kami temui

Iklan retargeting sudah jalan, tetapi terasa seperti menguntit

Retargeting mudah dinyalakan. Yang sulit adalah membuatnya relevan, sopan, dan benar-benar berkontribusi pada penjualan.

Semua pengunjung diperlakukan sama

Pembaca artikel, pelamar kerja, dan calon klien yang membuka halaman harga masuk ke satu audiens. Anggaran habis untuk orang yang tidak akan membeli.

Iklan yang sama muncul terus-menerus

Calon klien melihat iklan yang identik berkali-kali selama berminggu-minggu. Alih-alih mengingatkan, iklan itu justru menimbulkan kesan mengganggu.

Pesan tidak sesuai tahap keputusan

Orang yang baru sekali membaca blog langsung diminta 'hubungi sales'. Orang yang sudah mengisi form masih melihat iklan perkenalan. Pesan dan tahap tidak nyambung.

Hasil terlihat besar di laporan platform

Setiap platform mengklaim konversi yang sama, termasuk dari orang yang hanya melihat iklan. Angkanya tampak bagus, tetapi tidak cocok dengan data tim sales.

Ilustrasi tiga kelompok audiens yang masing-masing menerima kartu pesan berbeda sesuai tahap keputusan
Ilustrasi konsep: pesan disesuaikan dengan tahap
Pendekatan SAB

Retargeting sebagai urutan pesan, bukan satu iklan pengingat

Kami memetakan perilaku pengunjung website ke tahap keputusan: baru mengenal, sedang membandingkan, dan hampir menghubungi. Setiap tahap mendapat pesan dan materi yang berbeda, misalnya panduan, studi kasus, atau ajakan konsultasi.

Kami juga menentukan siapa yang tidak perlu melihat iklan, seperti klien aktif, karyawan, dan orang yang baru saja menghubungi Anda. Ukuran keberhasilan disepakati sebelum mulai, lalu ditinjau bersama masukan tim sales Anda.

  • Audiens dibagi berdasarkan perilaku dan tahap
  • Pesan berbeda untuk setiap tahap keputusan
  • Frekuensi dan durasi audiens dikendalikan
  • Pengecualian untuk klien, karyawan, dan yang sudah konversi
  • Hasil dicocokkan dengan data sales, bukan hanya laporan platform
Cakupan pekerjaan

Apa saja yang dikerjakan dalam retargeting

Cakupan akhir disesuaikan dengan platform dan kondisi data Anda, lalu ditulis di proposal. Umumnya meliputi enam area ini.

Pemeriksaan tag dan sumber data

Kami memeriksa tag Google, Meta Pixel dan Conversions API, serta LinkedIn Insight Tag. Retargeting hanya sebaik data yang dikumpulkan dari website Anda.

Segmentasi audiens

Audiens dibuat berdasarkan halaman yang dikunjungi, kedalaman kunjungan, video yang ditonton, dan interaksi dengan form. Setiap segmen punya tujuan yang jelas.

Urutan pesan per tahap

Rencana materi untuk tiap tahap keputusan: konten edukasi, bukti dan studi kasus, lalu ajakan konsultasi. Kreatif dirotasi agar tidak cepat jenuh.

Frekuensi, durasi, dan pengecualian

Durasi keanggotaan audiens disesuaikan dengan siklus penjualan. Klien aktif, karyawan, pelamar kerja, dan orang yang baru konversi dikeluarkan dari audiens.

Daftar kontak dan privasi

Jika memakai daftar email pelanggan atau prospek, kami memeriksa dasar persetujuannya dan kebijakan platform. Pengaturan cookie dan pemberitahuan privasi di website juga ditinjau.

Pengukuran dan laporan

Konversi dipisahkan antara klik dan tayangan, lalu dicocokkan dengan data CRM atau masukan sales. Laporan menjelaskan segmen mana yang bekerja dan apa yang diubah berikutnya.

Cara kerja

Lima tahap menyusun retargeting bersama SAB

Prosesnya mengikuti alur kerja SAB: discovery, strategi, eksekusi, dan optimasi berkelanjutan.

Discovery call 30 menit

Kami memahami siklus penjualan Anda, platform yang sudah dipakai, dan siapa calon klien ideal. Jadwalkan lewat schedule.sab.id.

Audit data dan audiens

Kami memeriksa tag, ukuran audiens yang tersedia, dan kampanye retargeting yang sudah berjalan. Masalah tracking diperbaiki lebih dulu.

Peta segmen dan pesan

Kami menyusun segmen, pengecualian, durasi, dan materi untuk tiap tahap. Ukuran keberhasilan disepakati sebelum kampanye aktif.

Peluncuran kampanye

Kampanye diaktifkan di platform yang disepakati dengan anggaran dan frekuensi yang terkendali. Anda menerima update setiap satu sampai dua minggu.

Evaluasi dan penyesuaian

Kami meninjau hasil per segmen bersama masukan tim sales. Segmen yang lemah dihentikan, pesan yang jenuh diganti.

Perbandingan

Retargeting bawaan, kelola sendiri, atau terencana bersama SAB

Setiap pilihan bisa tepat untuk kondisi tertentu. Tabel ini membantu Anda menimbang.

Satu audiens semua pengunjungDikelola sendiri per platformRetargeting bersama SAB
SegmentasiSemua pengunjung digabungTergantung waktu dan keahlian timBerdasarkan perilaku dan tahap keputusan
PesanSatu iklan untuk semuaSering sama di semua platformBerbeda per tahap, kreatif dirotasi
PengecualianJarang diaturKadang diaturKlien, karyawan, pelamar, dan yang sudah konversi
Privasi dan daftar kontakJarang ditinjauTergantung pemahaman timDasar persetujuan dan kebijakan platform diperiksa
PengukuranLaporan platform apa adanyaLaporan per platformDipisah klik dan tayangan, dicocokkan dengan data sales
Biaya pengelolaanPaling rendahWaktu tim internalSesuai cakupan yang disepakati

Untuk bisnis dengan traffic kecil dan satu produk sederhana, satu audiens pengunjung bisa sudah cukup. Tim internal yang paham platform juga bisa menjalankan pendekatan yang sama.

Ilustrasi meja kerja dengan checklist segmen audiens, kalender durasi, dan kartu pesan untuk tiap tahap
Ilustrasi konsep: checklist retargeting B2B
Panduan praktis

Cara menyusun retargeting B2B yang relevan dan sopan

Enam prinsip ini bisa Anda terapkan sendiri di Google Ads, Meta, maupun LinkedIn.

Segmentasi dari niat, bukan dari semua pengunjung

Pisahkan pengunjung halaman layanan, harga, dan kontak dari pembaca blog. Kelompok pertama menunjukkan niat yang lebih kuat dan layak mendapat pesan yang lebih langsung. Pembaca blog lebih cocok diberi konten lanjutan.

Sesuaikan durasi audiens dengan siklus penjualan

Jika keputusan pembelian biasanya memakan beberapa bulan, audiens tujuh hari terlalu pendek. Sebaliknya, terlalu lama membuat Anda menjangkau orang yang sudah tidak relevan. Perhatikan batas tiap platform, misalnya audiens kunjungan website di Meta maksimal 180 hari.

Selalu buat daftar pengecualian

Keluarkan klien aktif, karyawan, dan pengunjung halaman karier dari audiens penjualan. Keluarkan juga orang yang baru mengisi form, setidaknya untuk sementara. Ini menghemat anggaran dan mencegah kesan mengganggu.

Ubah pesan sesuai tahap

Pengunjung awal diberi panduan atau artikel yang menjawab masalahnya. Pengunjung yang sedang membandingkan diberi studi kasus, perbandingan, atau penjelasan proses. Yang hampir menghubungi diberi ajakan konsultasi yang jelas dan mudah.

Perhatikan ukuran audiens dan frekuensi

Setiap platform punya ukuran audiens minimum sebelum iklan bisa tayang, dan audiens B2B sering kecil. Jika audiens terlalu kecil, gabungkan beberapa halaman sejenis atau perpanjang durasinya. Pantau frekuensi dan ganti kreatif sebelum orang bosan melihatnya.

Ukur dengan hati-hati

Pisahkan konversi dari klik dan konversi dari tayangan saja, karena yang kedua sering terlalu murah hati. Ingat bahwa beberapa platform bisa mengklaim konversi yang sama. Cocokkan dengan sumber prospek di CRM atau pertanyaan 'dari mana Anda mengenal kami' saat sales menghubungi.

Apakah retargeting bersama SAB cocok untuk Anda?

Retargeting bekerja paling baik jika ada pengunjung yang bisa diajak kembali. Berikut gambaran jujurnya.

Cocok untuk Anda jika

  • Perusahaan B2B atau bisnis dengan siklus keputusan panjang
  • Website sudah punya traffic rutin dari SEO, iklan, atau rujukan
  • Punya materi pendukung seperti studi kasus, panduan, atau video
  • Tim sales bersedia memberi masukan soal kualitas prospek
  • Ingin iklan yang relevan, bukan sekadar sering muncul

Mungkin belum cocok jika

  • Website hampir tidak punya pengunjung
  • Belum bisa memasang tag atau memberi akses akun iklan
  • Ingin menargetkan ulang data kontak tanpa dasar persetujuan yang jelas
  • Mengharapkan retargeting menggantikan semua kampanye akuisisi
Biaya

Apa yang menentukan biaya pengelolaan retargeting

Kami tidak memakai paket tetap. Biaya pengelolaan disusun dari empat faktor ini.

Jumlah platform

Google Ads, Meta, LinkedIn, atau kombinasinya. Setiap platform punya pengaturan audiens dan pelaporan sendiri.

Jumlah segmen dan variasi kreatif

Semakin banyak tahap dan segmen, semakin banyak materi iklan yang perlu disiapkan dan dirotasi.

Kondisi tracking

Jika tag, Conversions API, atau konversi belum benar, perbaikannya perlu dikerjakan lebih dulu.

Integrasi data dan pelaporan

Penggunaan daftar kontak, pencocokan dengan CRM, dan format laporan yang dibutuhkan manajemen.

Biaya media dibayar terpisah ke platform iklan. Rincian cakupan, pajak, dan ketentuan pembayaran ditulis di proposal setelah discovery call.

Apa kata klien SAB

Kutipan dari ulasan klien yang ditampilkan di sab.id.

SAB helped us not only for our brand awareness but also the sales conversion. Budget management is transparent, and they hit the agreed KPI. That's what I'm always looking for from an agency.

Ariandes VeddytarroPT Servier Indonesia

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya retargeting dan remarketing?

Dalam praktik, keduanya sering dipakai bergantian. Retargeting biasanya berarti iklan untuk orang yang pernah berinteraksi dengan website atau konten Anda. Remarketing kadang dipakai lebih luas, termasuk email. Google Ads memakai istilah remarketing untuk fitur iklannya.

Platform mana yang cocok untuk retargeting B2B?

Tergantung di mana calon klien Anda menghabiskan waktu. LinkedIn memungkinkan penyaringan berdasarkan data profesional, Google menjangkau banyak situs dan YouTube, dan Meta menjangkau audiens yang luas. Kami biasanya mulai dari satu atau dua platform, lalu menambah jika datanya mendukung.

Traffic website kami kecil. Apakah retargeting masih masuk akal?

Mungkin belum. Setiap platform punya ukuran audiens minimum sebelum iklan bisa tayang. Jika traffic masih kecil, biasanya lebih baik memperkuat sumber traffic dulu, misalnya SEO atau iklan pencarian, lalu menambahkan retargeting.

Apakah retargeting melanggar privasi?

Retargeting harus dijalankan sesuai kebijakan platform dan aturan yang berlaku, termasuk UU Pelindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022). Website perlu menjelaskan penggunaan cookie dan data. Kategori sensitif seperti kesehatan dibatasi oleh kebijakan iklan platform, dan kami mengikuti batasan itu.

Bisakah kami memakai daftar email pelanggan untuk iklan?

Bisa, selama data dikumpulkan dengan dasar persetujuan yang jelas dan memenuhi kebijakan platform. Daftar ini juga berguna sebagai pengecualian, agar klien yang sudah ada tidak melihat iklan akuisisi.

Berapa lama orang sebaiknya berada di audiens retargeting?

Sesuaikan dengan lama siklus penjualan Anda dan batas tiap platform. Kami biasanya membuat beberapa jendela waktu, misalnya pengunjung baru dan pengunjung lama, dengan pesan yang berbeda.

Apakah SAB menjamin jumlah konversi dari retargeting?

Tidak. Hasil bergantung pada ukuran audiens, penawaran, kompetisi, dan proses sales Anda. Yang kami sepakati adalah cakupan pekerjaan dan ukuran keberhasilan. Komitmen kinerja apa pun hanya berlaku jika tertulis di perjanjian yang ditandatangani.

Apakah akun iklan tetap milik kami?

Ya. Akun iklan, pixel, dan audiens sebaiknya berada di bawah akun bisnis perusahaan Anda. SAB diberi akses sebagai pengelola, sehingga data tetap milik Anda jika kerja sama berakhir.

Rapikan retargeting Anda bersama SAB

Kirimkan alamat website, platform iklan yang sudah dipakai, perkiraan lama siklus penjualan, dan materi pendukung yang Anda punya. Kami akan menyiapkan pertanyaan untuk discovery call 30 menit.

Hubungi lewat website SAB →

Layanan SAB lain yang saling melengkapi

Setiap halaman membahas kebutuhan yang berbeda. Pilih yang paling dekat dengan tantangan Anda saat ini.